MarketValuer.com

Pengrajin Karet dan Lateks

Bahan olah karet berupa lateks dapat diolah menjadi berbagai jenis produk barang jadi lateks (latex goods) dan karet padat (RSS, SIR) dijadikan bahan baku untuk menghasilkan berbagai jenis barang karet. Barang jadi dari karet terdiri atas ribuan jenis dan dapat diklasifikasikan atas dasar penggunaan akhir (end use) atau menurut saluran pemasaran (market channel). Pengelompokan yang umum dilakukan adalah menurut penggunaan akhir yakni: ban dan produk terkait serta ban dalam, barang jadi karet untuk industri, kemiliteran, alas kaki dan komponennya, barang jadi karet untuk penggunaan umum dan kesehatan dan farmasi.

Ragam produk karet yang dihasilkan dan diekspor oleh Indonesia masih terbatas, pada umumnya masih didominasi oleh produk primer (raw material) dan produk setengah jadi. Jika dibandingkan dengan negara-negara produsen utama karet alam lainnya, seperti Thailand dan Malaysia, ragam produk karet Indonesia tersebut lebih sedikit. Sebagian besar produk karet Indonesia diolah menjadi karet remah (crumb rubber) dengan kodifikasi “Standard Indonesian Rubber” (SIR), sedangkan lainnya diolah dalam bentuk RSS dan lateks pekat.

Pada saat ini (data tahun 2003) jumlah sarana pengolahan karet berbasis lateks mencapai 23 unit dengan kapasitas sebesar 144.520 ton/tahun, dan pengolahan crumb rubber swasta di luar PTPN sebanyak 75 unit dengan kapasitas 1.957.400 ton/tahun. Kapasitas pabrik pengolahan crumb rubber pada saat ini sudah mencukupi untuk mengolah bahan baku yang tersedia, namun pada lima tahun mendatang diperlukan investasi baik untuk merehabilitasi pabrik yang ada maupun untuk membangun pabrik pengolahan baru untuk menampung pertumbuhan pasokan bahan baku.

Prospek bisnis pengolahan crumb rubber ke depan diperkirakan tetap menarik, karena marjin keuntungan yang diperoleh pabrik relatif pasti. Marjin pemasaran, antara tahun 2000-2002, berkisar antara 3,7%-32,5% dari harga FOB, tergantung pada tingkat harga yang berlaku. Tingkat harga FOB itu sendiri sangat dipengaruhi oleh harga dunia yang mencerminkan permintaan dan penawaran karet alam, dan harga beli pabrik dipengaruhi kontrak pabrik dengan pembeli/buyer (biasanya pabrik pabrik akan semakin besar jika harga meningkat.

Pemanfaatan karet alam di luar industri ban kendaraan masih relatif kecil, yakni kurang dari 30 persen. Selain itu industri karet di luar ban umumnya dalam skala kecil atau menengah. Sementara itu industri berbasis lateks pada saat ini nampaknya belum berkembang karena banyak menghadapi kendala. Kendala utama adalah rendahnya daya saing produk-produk industri lateks Indonesia bila dibandingkan dengan produsen lain terutama Malaysia. Industri kecil menengah barang jadi karet secara umum masih memerlukan pembinaan di dalam pengembangan usahanya. Industri barang jadi karet dibangun atas sekumpulan usaha/perusahaan yang bergerak dalam penyediaan bahan baku utama karet alam/sintetik, bahan bantu dan pembuat cetakan (molding) serta ditunjang beberapa institusi pendukung yang bergerak dalam bidang jasa penelitian dan pengembangan, regulasi, perdagangan, angkutan, keuangan dan jasa lainnya.

Dalam operasionalnya, pengrajin industri kecil barang jadi karet menjalin hubungan secara interpersonal dengan usaha lainnya baik dalam pengadaan bahan baku maupun dalam sistem pemasarannya. Dalam pengadaan bahan baku, pengrajin industri kecil barang jadi karet terutama menjalin hubungan secara informal dengan pabrik kompon sebagai bahan baku utama. Hal ini dilakukan karena industri kecil belum memiliki kemampuan membuat kompon. Demikian juga dalam pemasaran produk, pengrajin industri kecil barang jadi karet biasanya menjadi vendor dari suatu perusahaan besar seperti pabrik otomotif atau pabrik elektronik, menjual ke toko secara langsung atau menggunakan pedagang perantara. Seringkali industri kecil ini beroperasi dengan mengandalkan pesanan (captive market) Industri kecil barang jadi karet pada umumnya dikelola dalam bentuk industri rumah tangga secara informal. Pengrajin barang jadi karet, dalam operasional usahanya berjalan secara soliter, dalam arti hampir tidak terjadi interaksi antar pengrajin. Pengrajin pada umumnya tidak berminat dan menganggap tidak ada manfaatnya tergabung dalam asosiasi atau koperasi. Dengan bentuk usaha rumah tangga para pengrajin pada umumnya belum memiliki akses terhadap sumber modal secara formal. Selain itu karena segmen produk yang mereka hasilkan relatif terbatas, pada umumnya para pengrajin tidak menganggap perlu pengembangan usaha ke arah yang lebih besar. Hal yang dianggap lebih penting oleh mereka adalah kontinuitas produksi walaupun volumenya relatif kecil. Jenis produk yang dihasilkan oleh industri kecil barang jadi karet terutama diarahkan pada barang-barang karet untuk otomotif berupa karet untuk spare part dan barang-barang karet untuk teknik dan industri. Jenis-jenis barang ini relatif mudah dalam proses pemasarannya dan tidak terlalu memerlukan spesifikasi yang rumit. Selain itu jenis karet tersebut pada umumnya hanya diproduksi oleh industri kecil sehingga tidak mendapat saingan dari produsen perusahaan besar. Walaupun demikian akhir-akhir ini terdapat produkproduk impor dari China dan Korea yang dikhawatirkan menjadi saingan berat bagi barang-barang karet produksi pengrajin barang jadi karet domestik. Pengrajin barang jadi karet menggunakan teknologi yang sangat sederhana, yakni tertumpu pada proses pencetakan dan vulkanisasi (pemasakan) pada kompon yang dibeli dari perusahaan pembuat kompon. Dengan demikian seluruh pengrajin barang jadi karet sama sekali tida berhubungan dengan teknologi kompon (compounding).  Vulkanisasi menggunakan panas yang bersumber dari kompor tradisional. Suhu untuk pemasakan dan lama waktu pemasakan benar-benar didasarkan atas pengalaman yang dilakukan secara berulang-ulang sehingga didapatkan parameter suhu dan waktu pemasakan yang dianggapnya paling tepat. Hal ini diamati dari mutu produk barang jadi karet yang dihasilkan yang diamati secara visual. Produk barang jadi karet yang dihasilkan oleh para pengrajin dapat sampai di tangan konsumen melalui tiga saluran utama yakni melalui mitra, melalui broker atau sering juga disebut sebagai pengorder atau melalui kedua saluran tersebut di atas. Mitra pengrajin dalam sistem pemasaran produk barang jadi karet pada umumnya adalah perusahaan pengadaan suku cadang untuk industri elektronik dan otomotif dari merek-merek terkenal. Kerjasama dengan mitra dilakukan secara informal atas dasar saling percaya tanpa adanya suatu ikatan kontrak formal. Harga barang karet untuk suatu komponen tertentu dijual ke konsumen akhir oleh mitra, setelah dikemas merek terkenal, dengan harga berlipat dari harga jual di tingkat pengrajin.

Comments

3 Responses to “Pengrajin Karet dan Lateks”
  1. That was intriguing . I like your style that you put into your post . Please do move forward with more like this.

  2. Looking at several of your blogposts I really found this particular one to be great. I’ve a weblog also and would love to repost several snips of your content in my own weblog. Should it be all right if I do this so long I personal reference your webblog or create a back-link to your post I took the snip from? If not I am aware of and could not do it without having your acceptance . I have book marked the write-up to twitter in addition to squidoo accounts intended for reference. Nevertheless appreciate it either way!

Trackbacks

Check out what others are saying about this post...
  1. JOEL says:


    CheapTabletsOnline.com. Canadian Health&Care.Best quality drugs.Special Internet Prices.No prescription online pharmacy. Online Pharmacy. Buy pills online

    Buy:Soma.Viagra Super Force.Viagra.Maxaman.Viagra Professional.Propecia.Super Active ED Pack.Zithromax.Tramadol.Viagra Soft Tabs.Levitra.VPXL.Cialis Professional.Cialis Super Active+.Cialis.Cialis Soft Tabs.Viagra Super Active+….





MarketValuer.com