Kesesuaian lahan bagi appraiser

cropped-kp-arabicaManfaat kesesuaian lahan bagi appraiser atau valuer, dalam hal ini diambil contoh kelapa sawit. Penentuan kelas kesesuaian lahan untuk penggunaan perkebunan kelapa sawit menggunakan kerangka dari FAO (Food And Agriculture Organization), dengan beberapa modifikasi yang dilakukan oleh Pusat Penelitian Tanah Bogor dan PPKS.  Sifat dan karakteristik lahan yang digunakan sebagai kriteria kesesuaian lahan adalah:

  • agroklimat (curah hujan, bulan kering, temperatur rata-rata tahunan, suhu maksimum dan minimum),
  • topografi (ketinggian tempat, kemiringan),
  • hidrologi (bahaya erosi dan banjir),
    • serta sifat media perakaran dan nutrient.

Kelas kesesuai lahan sebagai berikut: S1 (sangat sesuai), S2 (cukup sesuai), S3 (sesuai marginal), N1(tidak sesuai saat ini), N2 (tidak sesuai permanen).

Manfaat atau kegunaannya:

Tahap pengembangan: melakukan interpretasi terhadap SPL yang selanjutnya dapat  digunakan dasar untuk melakukan adjustment terhadap luas efektif pengembangan perkebunan kelapa sawit. Khususnya untuk menilai tanah perkebunan kelapa sawit dengan menggunakan Land Residual Technique. Adjustment terhadap tingkat input (biaya pembangunan dan biaya produksi) serta target produksi tandan buah segar (menggunakan satuan peta lahan (SPL) kelas lahan: (biasanya skala peta tingkat semi detail 1: 25.000 s.d 1:50.000).

Tahap lanjut: dengan hasil sampling >2,5% (umumnya) pada SPL tertentu dapat adjustment terhadap biaya pengembangan tanaman dan nilai pasar tanah pada tanaman belum menghasilkan (TBM) dan adjustment terhadap (biaya pemeliharaan, panen, pengangkutan pada tanaman menghasilkan (TM) dan nilai pasar tanah perkebunan kelapa sawit serta produksi TBS yang dihasilkan)

Speak Your Mind

*